pada suamiku
Lelakiku tersayang,
Suatu saat jari jari ini akan menua,
melengkung dan renta
Tanpa terasa begitupun usia kita
Dunia akan terus melaju,
mungkin suatu saat kita akan tertinggal olehnya
Rambut ini akan memutih,
sekeliling kita terasa memudar
Genggaman kita perlahan melemah,
seperti halnya ingatan kita
Kita mungkin akan tertawa,
akan hidup yang ternyata sedemikian fananya
Atau mungkin karena hal-hal sederhana,
seperti si buyung yang mengucapkan kata pertamanya
Jika saat itu tiba,
yang perlu kau ingat hanya :
bahwa kamu akan selalu menorehkan warna di hatiku
bahwa kehadiranmu memberikan arti pada hidupku yang singkat dan fana ini
dan bahwa aku akan selalu milikmu
Selalu dan selalu, sayangku
Kujanjikan hatiku untukmu
Sesuatu yang tak akan pudar tergerus waktu
August 29th, 2008 at 10:59 am
tanpa bertendensi untuk menyaingi kemistisan lo, gue bisa melihat gambaran dirimu sebagai seorang ibu - dan tentunya sebagai seorang istri. sayangnya, foto anak dan suami lo masih kabur.
every thin’s happen for a reason anyway right?
September 1st, 2008 at 3:23 pm
bagaimana kalo aku mendaftarkan diri jadi suamimu… maukah kamu menjadi istriku?