sebuah malam di gerbong kereta yang gelap
sebuah malam di gerbong kereta yang gelap
gemeretak roda menggilas rel
lokomotif melaju
debar-debar jantungku berpacu dengan gerak kereta
seakan mengingatkanku,
bahwa tubuhku hidup
pijar cahaya di luar jendela
separuh berkelebat,
separuhnya menerangi hatiku
yang menerawang jauh
keluar dari tubuh ini
kau duduk di sebelahku
menggenggam erat tanganku
setetes air meleleh
aku merasa hidup dan ada
June 13th, 2008 at 10:17 pm
Kamu sedang ngelamun apa ketika bikin puisi ini?