kosong
sebuah hentakan dalam hidup
yang membangkitkan amarah
meledak bersama tangisan
sebelum aku pahami,
aku telah luruh dalam sedih tak bertepi
ternyata sebagian diriku telah direnggutnya
kini, tangis itu telah reda
namun kesedihan mengendap
tersisa di pelupuk mata
redup,
nanar tak bergeming
hambar,
tidak ada rasa
ingin aku berhenti berpura-pura
menginginkan sesuatu yang entah