hitam dan biru

dia…
dengan begitu saja dia hadir,
seorang lelaki dengan getir dan ruang-ruang sunyi

kamu…
kamu seperti langit

hitam penuh misteri,
yang dalam kelam meraup kegelisahan
menaungi sisi-sisi hatiku yang hampir beku
lalu luruh seperti hujan,
membebaskan asa yang terpendam

dan birumu…
meluas tak berbatas
menyeruak mengangkasa
menguapkan batas-batas :
hal-hal yang tak tercerna oleh akal

semua terangkum indah padamu

biarkan saja celoteh dan hingar bingar dunia yang takkan pernah usai itu
karena kau, aku, kita…
akan selalu memiliki ruang kembara jiwa : istirah terindah tempat kita berpulang

Leave a Reply