hitam dan biru
Thursday, February 14th, 2008dia…
dengan begitu saja dia hadir,
seorang lelaki dengan getir dan ruang-ruang sunyi
kamu…
kamu seperti langit
hitam penuh misteri,
yang dalam kelam meraup kegelisahan
menaungi sisi-sisi hatiku yang hampir beku
lalu luruh seperti hujan,
membebaskan asa yang terpendam
dan birumu…
meluas tak berbatas
menyeruak mengangkasa
menguapkan batas-batas :
hal-hal yang tak tercerna oleh akal
semua terangkum indah padamu
biarkan saja celoteh dan hingar bingar dunia yang takkan pernah usai itu
karena kau, aku, kita…
akan selalu memiliki ruang kembara jiwa : istirah terindah tempat kita berpulang