Archive for September, 2007

sebuah panggilan dari kegelapan

Thursday, September 6th, 2007

“kemari… kemarilah…”

katanya :
biar kudekap dirimu
agar semakin nyata kesedihanmu
terang hanya akan membuatmu silau
gelaplah yang akan menjagamu
merengkuhmu dalam ketiadaan
sunyi… untukmu sendiri
itu kan yang kau butuhkan?

aku mengerti setiap kegalauanmu
bersandarlah padaku
biarkan alur hampaku mengisi setiap kesenyapan jiwamu

kemarilah
tak ada yang perlu kau risaukan
aku menerimamu apa adanya
karena semua buram tak terlihat
itu lebih baik dari pijar yang palsu

seonggok daging

Thursday, September 6th, 2007

seonggok daging
mengiba, menjulurkan lengan kurusnya
dia hanya tahu meminta

seonggok daging
berharap secuil remah-remah
yang menempel di ujung bibirmu
ia seka ingus dengan baju kumalnya
kau teringat kain lap kotor
yang teronggok di ujung dapurmu
kotor karena dipakai mengelap jelaga wajan
seperti mereka yang mengais debu jalanan

seonggok daging melompat-lompat
bergelantungan di pintu dan jendela kendaraan

Astaga, pikirnya jalan raya ini taman bermain
dimana sesekali orang melempar koin?

kau meringis
entah resah karena pemandangan yang kau lihat
atau karena tak tahu harus berbuat apa

bersatulah pelacur-pelacur kota Jakarta

Sunday, September 2nd, 2007

Pelacur-pelacur kota Jakarta
dan kelas tinggi dan kelas rendah
telah diganyang
telah dihm-biru
Mereka
kecut
keder
terhina dan tersipu-sipu.

Sesalkan mana
yang mesti kau sesalkan.
Tapi jangan
kau klewat putus asa.
Dan kau relakan dirimu dibikin korban

Wahai, pelacur-pelacur kota Jakarta.
Sekarang bangkitlah.
Sanggul kembali rambutmu.
Kema setelah menyesal
datanglah
kini giliranmu
bukan untuk membela diri melulu
tapi
untuk Iancarkan serangan.
Kema :
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
tapi
jangan kau rela dibikin korban.

Sarinah.
Katakan kepada mereka
bagaimana kau dipanggil
ke kantor mentri
bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
tentang perjuangan nusa bangsa
dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
ia sebut kau inspirasi revolusi
sambil ia buka kutangmu.

Dan kau, Dasima.
Kabarkan kepada rakyat
bagaimana para pemimpin revolusi
secara bergiliran memelukmu
bicara tentang kemakmuran rakyat
dan api revolusi
sambil celanya basah
dan tubuhnya lernes
terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya.

Politisi
dan pegawai tinggi
adalah caluk yang rapi.
Kongres-kongres dan koperensi
tak pernah berjalan tanpa kalian.
Kalian tak pernah bisa bilang 77 tidakā€
lantaran kelaparan yang rnenakutkan
kerniskinan yang
mengekang
dan tdah lama sia-sia cari kerja.
Ijazah sekolah tanpa guna.

Para kepala jawatan
akan membuka kesempatan
kalau kau membuka paha.
Sedang di luar pemerintahan
perusahaan-perusahaan macet
lapangan kerja
tak ada.

Revolusi para pemirnpin
adalah revolusi dewa-dewa.
Mereka berjuang
untuk surga
dan tidak untuk bumi.

Revolusi dewa-dewa
tak pernah menghasilkan
Iebih banyak lapangan kerja
bagi rakyatnya.

Kalian adalah
sebahagian kaum penganggur
yang mereka ciptakan.

Namun
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
tapi jangan kau klewat putus asa
dan kau rela dibikin korban.

Pelacur-pelacur
kota Jakarta.
Berhentilah tersipu-sipu.
Ketika kubaca di koran
bagaimana badut-badut menggayang kalian
menuduh kalian sumber bencana negara
aku jadi murka.
kalian adalah temanku.
Ini
tak bisa dibiarkan.
Astaga.
Mulut-mulut badut.
Mulut-mulut yang latah.
Bahkan sex mereka perpalitikkan.

Saudara-saudariku.
Membubarkan kalian
tidak semudah membubarkan partai politik.
Mereka hams beri kalian kerja.
Mereka hams pulihkan darjat kalian.
Mereka hams ikut memikul kesalahan.

Saudari-saudariku. Bersatulah.
Ambillah galah.
Kibarkan kutang-htangmu
di ujungnya.
Araklah keliling kota
sebagai panji-panji yang telah mereka nodai.
Kinilah giliranmu menuntut.
Katakanlah kepada mereka:
Menganjurkan mengganyang pelacuran
tanpa menganjurkan
mengawini para bekas pelacur
adalah omong kosong.

Pelacur-pelacur kota
Jakarta.
Jangan melulu keder pada lelaki.
Dengan mudah
kalian bisa telanjangi kaum palsu.
Naikkan taripmu dua kali
dan mereka akan klabakan.
Mogoklah satu bulan
dan mereka
akan puyeng
lalu meraka akan berjina
dengan isteri saudaranya.

Saudari-saudariku.

(W. S Rendra)

ini salah satu puisi yang gw teriakkan di tunnel sunken bersama Hanna

jalan menuju rumahmu

Sunday, September 2nd, 2007

Jalan menuju rumahmu kian memanjang
udara berkabut dan dingin subuh
membungkus perbukitan. Aku menggelepar
di tengah salak anjing dan ringkik kuda
Engkau di mana? Angin mengupas lembar-lembar
kulitku dan terbongkarlah kesepian dari tulang-tulang
rusukku. Bulan semakin samar dan gemetar.

Aku menyusuri pantai, menghitung lokan dan bicara
pada batu karang. Jalan menuju rumahmu kian lengang
udara semakin tiris dan langit menaburkan serbuk
gerimis. Akupun mengalun bersama gelombang
meliuk mengikuti topan dan jumpalitan
bagai ikan. Tapi matamu kian tak tergambarkan

Kulit-kulit kayu, daun-daun lontar, kertas-kertas tak lagi
menuliskan igauanku. Semuanya beterbangan dan hangus
seperti putaran waktu. Kini tak ada lagi sisa
tak ada lagi yang tinggal pada pasir dan kelopakku
kian runcing dan pucat.
Kembali aku bergulingan
bagai cacing. Bersujud lama sekali

Engkau siapa? sebab telah kutatah nisan yang indah
telah kutulis sajak-sajak paling sunyi

(Acep Zamzam Noor, 1986)

gila emang gw lagi religius banget kali ya??? sampe nulis puisi favorit gw yang satu ini…

enam hal yang aneh dari sekian banyak keanehan gw

Sunday, September 2nd, 2007

yah… gw dapet ini dari imoth si pantat item…

okay, 6 hal aneh dari banyak hal yang aneh tentang gw diantaranya :
1. obsesi gw menjadi seorang ibu… gw selalu berpikir bahwa the greatest blessing for a woman is becoming a mother… mungkin dari sekian banyak sosok manusia dalam hidup gw, peran yang paling hebat dan paling pengen gw jalanin adalah menjadi seorang ibu, menjadi seseorang yang mengajarkan motif bunga pada anaknya… yah… bunga disini cm sekedar simbol aja bagi gw.
2. konon kabarnya waktu gw kecil, gw suka melakukan hal-hal yang aneh seperti : tita-tiba joget dengan super genit di departemen store ketika lagu kesukaan gw (penari ular) diputer dan ditontonin sama banyak orang, bereksperimen baik dengan makanan atau dengan benda lain (gw pernah menghancurkan bedak padat, gw kasih aer dan gw jemur dengan harapan akan kembali padat), atau tiba-tiba baca puisi karangan gw sendiri waktu umur gw 3 taun… dan masih banyak hal aneh lainnya.
3. kadang gw suka ngerasa pengeeeeen banget ngelakuin hal-hal yang diluar kewajaran, seperti menikmati ujan-ujanan (sumpah gw sirik ama lu, Han!!!).
yah, ada beberapa hal yang gw nikmatin ngelakuinnya tapi gw suka ngerasa ngga nyaman sama orang-orang yang menaruh perhatian berlebih sama gw hanya atas dasar kesopanan dan ketidakwajaran… seperti saat gw ngelamun sendirian sambil nangis di sabuga atau saat gw duduk sendirian di lapangan SR malem-malem sambil ngeliatin langit dan cahaya lampu mobil yang berlalu-lalang.
4. gw tertarik dengan banyak hal, terutama yang berkaitan sama lingkungan hidup, seni, dan budaya… dan gw percaya ada sebuah konspirasi maha besar yang merajut benang merah diantara semua hal di dunia ini (damn! i’m such a religious person!!!).
5. gw suka sama hal-hal yang sederhana dan klasik… daripada diajakin ke mall, gw lebih suka jalan-jalan di braga… bernostalgia ngebayangin kehidupan beberapa dekade yang lalu di tempat itu kaya gmn… gw seneng banget kali kalo jalan-jalan di braga, berasa ada kembang api di dada gw… hohoho…
alasan gw ga suka mall (bukan berarti gw anti mall juga, i found some delicious food counter there also) soalnya terlalu banyak tanda hiperrealitas. ga ngerti pokonya gw ngga nyaman aja kalo ke mall, ngga damai…
6. most people see me as such feminine person… ini nih yang gw suka heran, apa bawaan dandanan ya? emang gw mirip mahmud (mamah muda) apa? padahal gw ga feminin2 amat, gw malah suka hiking, jalan-jalan, manjatin dinding, naek pohon, dan di biologi tergolong cw kuli jg…

hufffh… okay, now the fun part!!!
gw akan meneruskan “kutukan” ini pada ;
1. daty, karena gw percaya lu punya banyak sisi aneh juga
2. istie, sodara kembar gw (selain alda risma n angelina sondakh)
3. pikachu, iseng aja biar lu lebih menyebarkan aura kekampringan lu.
4. difa, mmm sesama virgo girl
5. oki, biar lu berasa muda kembali
6. duh… buat seseorang sih tapi malu gw bilangnya… yaudah deh buat yang ngerasa aja… hahaha